Obat Tradisional Hipertensi

Mengendalikan tekanan darah agar tetap normal tidaklah mudah. Ada saja godaan yang mengakibatkan tujuan pengobatan hipertensi tidak tercapai. Gaya hidup sehat ditinggalkan dan obat sering diabaikan. Akibatnya tekanan darah justru semakin meningkat dan target tidak tercapai sehingga menyebabkan frustasi. Kondisi ini dialami sekitar 40% penderita penyakit hipertensi dan sebagian besar penderita berusia lebih dari 60 tahun. Penderita yang kesulitan mencapai target tekanan darah yang telah ditetapkan sekalipun telah minum tiga jenis obat dosis penuh, termasuk jenis diuetik, artinya menderita hipertensi resisten. Obat diuretic yaitu obat yang berfungsi mendorong ginjal mengeluarkan lebih banyak natrium melalui air kencing dibandingkan kondisi nomal. Tekanan darah diastolic penderita hipertensi resisten biasanya tetap diatas angka 90 mmHg. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat tradisional hipertensi.

Cara Membuat Obat Hipertensi Alami

Cara Membuat Obat Hipertensi Alami

Obat tradisional hipertensi adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya gizi yaitu :

  1. Karbohidrat
    Beras, kentang, singkong, aterigu, tapioca, hunkwee, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut tanpa garam dapur dan soda.
  2. Protein hewani
    Daging, ayam dan ikan maksimal 100 gram sehari, telur maksimal 1 butir sehari, susu maksimal 200 gram sehari.
  3. Protein nabati
    Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan dimasak tanpa garam dapur.
  4. Sayuran
    Semua sayuran segar, sayuran yang diawetkan tanpa garam dapur dan natrium benzoate.
  5. Buah-Buahan
    Semua buah-buahan segar, buah yang diawetkan tanpa garam dapur dan natrium benzoate.
  6. Lemak
    Minyak goreng, margarine, dan mentega  tanpa garam/unsalted.
  7. Minuman
    Teh, jus buah, jus sayuran, air putih
  8. Bumbu-bumbu
    Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur sumber natrium lain.

Pola makan tinggi serat terbukti efektif mencegah dan mengobati berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi dan dapat menunjang proses kerja dari obat tradisional hipertensi. Penelitian mengenai pengaruh serat terhadap tekanan darah tinggi. Kesimpulan yang diambil dari 35 penelitian, penambahan serat dalam pola makan emnunjukkan penurunan angka sistolik dan diastolic yang signifikan  pada penderita tekanan darah tinggi.

Buah yang dapat membantu menurunkan hipertensi darah tinggi adalah anggur, Sebaiknya anggur dimakan dengan bijinya. Mengingat di dalam biji anggur terdapat senyawa polifenol yang dapat melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah membaik. Anggur juga mengandung vitamin E, Flavonoid, asam linoleat dan prosianidin yang diduga dapat membantu menyeimbangkan tekanan darah.

Woretl banyak mengandung vitamin A, disamping vitamin-vitamin lainnya, seperti vitamin B. C, D, E, G dan K. Sari buah atau jusnya sangat enak dan sangat berkhasiat bagi kesehatan. Menurut penelitian, zat besi dan kalsium yang terdapat di dalam wortel dapat diasimilasikan di dalam tubuh. Disamping tu wortel berisi belerang,klor dan fosfor. Bahkan, wortel merupakan sumber kalsium terbaik, sehingga jika diminum setiap hari secara kontinu, akan lebih besar nilainya dalam membangun tubuh.

CARA PEMESANAN KAPSUL DAUN SELEDRI

Berkhasiat Untuk Membantu Mencegah Dan Mengatasi Gejala Hipertensi , Stroke, Reumatik Dan Menurunkan Kadar Asam Urat

Harga Kapsul Daun Seledri 1 Botol  isi 45 kapsul = Rp.115.000,-

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

Cara Pemesanan Kapsul Daun Seledri :

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Daun Seledri, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap


=====================================

>>> Kapsul Cellery Membantu Mencegah, Mengatasi dan Mengobati Hipertensi (Darah Tinggi), Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Hipertensi Alami and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.